Bibit We Es - Berita Terbaru, Kabar Terkini, Hot News, Belajar Blog, Bisnis Online, Personal Web dan Make Money Online

GRATIS Gems COC Terbaru

Edi Saputra / Supriadi TKI Hukuman Mati di Malaysia

Ilustrasi Edi Saputra / Supriadi TKI Hukuman Mati di Malaysia Kronologi Hukuman Mati TKI Asal NTB di Malaysia - Tragedi Ruyati binti Satubi yang dipancung di Arab Saudi menjadi pukulan telak buat pemerintah Indonesia. Kini, nasib Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, bernama Edi Saputra alias Supriadi (45 tahun) yang dituntut hukuman mati pemerintah Malaysia sedang di ujung ajal.

Pemerintah Provinsi NTB telah menyerahkan kasus tersebut ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Malaysia. Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi mengatakan akan berupaya menyelamatkan warganya dari tiang gantungan. Dia mengaku belum mengetahui kabar terkini nasib Edi yang kasusnya terjadi pada tahun 2006.

"Belum ada informasinya, kami tetap berupaya memberikan advokasi. Kami segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) agar kasusnya tidak seperti kasus Ruyati," kata Zainul di Mataram, Rabu, 22 Juni 2011.

Sementara itu, Kepala BP2TKI NTB I Komang Subadra mengatakan kasus Edi Saputra masih dalam proses banding. Edi yang dituduh membunuh warga Malaysia itu sudah menjalani dua tahapan peradilan. Oleh Mahkamah Tinggi, Edi Saputra divonis hukuman mati dengan cara digantung.

Saat ini, dia menambahkan, Konsulat Jenderal RI yang telah mengontrakkan pengacara terus mendampingi Edi dalam proses banding di pengadilan. "Itu kasus lama yang saat ini masih dalam proses banding di pengadilan. Tapi, kami tetap berkoordinasi dengan konsulat kita di Kucing, Malaysia," kata Subadra melalui ponselnya.

Menurut Subadra, proses banding yang diajukan pengacara Edi Saputra itu kini sudah masuk tahap pengadilan Mahkamah Rayuan. Artinya, Edi masih mempunyai kesempatan untuk terbebas dari hukuman mati. Saat ini Edi masih berada dalam tahanan.

Edi alias Supriadi dituduh membunuh seorang warga Malaysia. Peristiwa itu bermula ketika dia bersama sejumlah temannya memasuki wilayah Malaysia. Diduga merupakan pendatang haram, dia dikejar polisi Malaysia. Edi pun bersembunyi di rumah seorang warga setempat. Belakangan, pemilik rumah meminta dia pergi. Tak terima, pertengkaran terjadi dan Edi membunuh sang pemilik rumah.

Komang Subadra berharap kasus Edi segera mendapat ketetapan hukum dan dia dibebaskan dari hukuman mati. Sebelumnya Adi bin Asnawi, TKI asal Lombok Barat, divonis bebas dalam perkara pembunuhan.

Hingga 2011 ini jumlah TKI NTB yang bekerja di luar negeri mencapai 56.160 orang. Di Malaysia Barat sebanyak 38.139 orang dan Malaysia Timur sebanyak 178 orang. Sedangkan di Saudi Arabia sebanyak 15.666 orang, Uni Emirat Arab 653, Oman 359, Yordania 243, dan sisanya, sebanyak 2.345 orang bekerja di 14 negara. Demikian berita yang Bi2t.Com kutip dari laman VIVAnews.

Khusus pengguna android, dapatkan update berita terbaru, gossip artis, foto hot, video panas, semua blak-blakan tanpa sensor dari aplikasi UCNews for Android. DOWNLOAD SEKARANG sebelum dihapus!
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Edi Saputra / Supriadi TKI Hukuman Mati di Malaysia sudah dibaca? Ini artikel lainnya: